Serba Serbi Jepang
Untuk awal mula, Saya mau kasih serba serbi tentang Jepang dulu ya. Bagaimana watak orang-orangnya, listrik disana gimana, kebudayaan yang ada di sana seperti apa sih, merupakan hal penting mengingat Jepang merupakan salah satu negara maju yang menjadi kiblat bagi negara berkembang dalam bidang teknologi.
Perjalanan Saya dimulai dari Osaka, lalu ke Hiroshima dan menginap di Pulau Etajima selama 1 minggu, lalu ke Tokyo, lewat stasiun Kyoto, dan pulang ke Indonesia dari Osaka.
Listrik di Jepang memakai 110 Volt, tapi tenang saja setiap barang elektronik Kita (Indonesia) bisa menerima input antara 100-240V, jadi aman dipakai dan tinggal membawa adaptor atau colokan yang desainnya Jepang. Kalo Kamu mau tau inputan setiap barang elektronik bisa dilihat di barang elektroniknya langsung. Kalo charger HP liat di chargernya, kalo laptop liat di chargernya juga. Pokoknya setiap barang elektronik punya informasi tentang berapa kebutuhan listrik yang digunakan.
Internet
Sebelum Saya pergi ke Jepang, Saya berfikir, Saya bisa online dimana saja. Kenyataannya tidak demikian, di stasiun stasiun yang saya lewati tidak ada Wi-Fi, sekalipun ada di kunci. Orang Jepang bisa internetan dengan paket langganan seperti halnya di Indonesia, bayar ke provider seperti Indosat atau Telkomsel. Jadi, jangan harap bisa internetan di jalanan, kalo mau internetan ya ke hostel yang ada Wi-Fi. Restoran cepat saji macem McDonalds belum tentu punya Wi-Fi.
Kartu Indosat di Jepang
Kartu Provider Saya IM3, Indosat. Jadi buat Kamu yang mau ke sana, tinggal bawa aja Handphonenya terus saat sampai di bandara Jepang, search networknya manual aja ya. Search di Google kalo ga tau caranya, karena setiap Handphone beda beda caranya. Tapi kena roaming ya kalo ngangkat telpon. Buat yang make Telkomsel atau XL juga sama, temen saya juga gitu juga.
Bahasa Inggris
Orang Jepang sangat jarang yang bisa berbahasa Inggris, jadi kalo mau tanya alamat agak susah.
Siaran Televisi
Sesampainya di Hiroshima, Saya ketemu dengan pengurus World Friendship Center, di Hiroshima, namanya Larry. Dia mengajak saya untuk makan Okonomiyaki, kebetulan disana ada televisinya dan Dia bilang kalo acara televisi di Jepang kebanyakan hiburan (buat ketawa deh pokoknya), orang Jepang suka dengan hiburan. Saat saya ke Universal Studio di Osaka pun kebanyakan mimik yang Saya kenal ya orang Jepang itu sendiri. Hal ini berujung pada sifat keseharian orang Jepang yang baik dan ramah, sepertinya sulit untuk membuat orang Jepang marah.
Watak Penduduk Jepang Yang Saya Temui
Sebelum membaca lebih jauh, Saya ingin mengingatkan bahwa tulisan di postingan ini adalah apa yang sara rasakan di sana. Orang Jepang ramah dan baik.
- Saat Saya sampai di Osaka, Saya tidak mencatat map tempat hostel Saya. Kebetulan bertemu dengan orang Jepang yang tinggal di Osaka dan baru pulang dari dinas. Dia bantuin Saya nyari tempatnya, bener bener bantuin, sampe ketemu. Padahal dia bawa koper juga. Awalnya saya mikir mungkin searah, tapi lama kelamaan Saya mikir, nih orang kayaknya BULET bantuin. Sampe dia tanya nama hostelnya, terus dia keluarin MacBooknya dan searching di Internet. Walhasil ternyata Kami salah jalan, dan dia kasih tau jalannya, dan dianter sampe pintu hostel. Baik banget.
- Di perjalanan Saya dari Stasiun Hiroshima ke tempat penginapan menggunakan bis. Pada saat itu Saya membawa koper yang saya taruh di tengah jalan(tempat orang berdiri). Saya duduk di bangku yang sebelahnya masih kosong, tapi tidak mungkin koper saya ditaro, sempit banget. Dan banyak orang Jepang yang keganggu sama koper Saya, lagi jam pulang kantor sepertinya. Tapi, ga ada yang meminta Saya untuk geser atau apapun itu. Mereka tetap berdiri. Hal ini juga dirasakan oleh teman Saya dari Bangladesh. Dia menaruh kopernya di kursi sebelahnya, dan tidak ada satu orang Jepang yang meminta dia untuk menurunkan kopernya padahal sedang penuh.
- Perjalanan pulang grup Saya ke penginapan dari Museum Bom Atom Hiroshima, banyak pengendara sepeda yang kami halangi jalannya, jadi mereka perlu membunyikan klakson sepedanya. Ya, cukup klakson sepeda yang enak didengar tanpa ada mulut yang berbicara. Beberapa teman dan Saya punya pemikiran yang sama, kalo di Jakarta atau kota lainnya, klaksonnya make mulut itu.
- Tutur kata yang menurut Saya sangat ramah, seakan-akan mereka menghormati lawan bicaranya. Ditambah dengan gaya salam yang membungkuk.
Transportasi
Transportasi di Jepang memakai subway (kereta), jadi jarang yang membawa mobil. Sehingga jalan tidak macet. Keretanya penuh sesak kalo jam jam padet, orang-orang pada buru buru.
Biaya Makan
Biaya makan di Jepang agak mirip dengan Singapura (bagi Kamu yang pernah ke Singapura). Kalo minimal harga ya Rp. 30.000 buat makan sekali. Cobain Sushi, Okonomiyaki, pokoknya makanan khas Jepang.
Kecepatan Internet
Saya mencoba kecepatan Internet saat berada di Kansai Airport, Osaka.
Download: 7.76 Mb/s
Upload : 3.07 Mb/s
Ping : 50 ms

Makanan dan Minuman
Bagi Saya makanannya kurang pas di lidah, sehingga Saya cukup mencicipi apa itu yang namanya sushi, okonomiyaki, ikan mentah dan sebagainya. Setelahnya makan BigMacnya McDonalds.
Tips buat Kamu yang Mau ke Jepang
Persiapkan hostel yang benar, rutenya kemana aja. Print semua yang perlu, karena orang Jepang jarang yang bisa bahasa Inggris. Jadi bisa keder duluan nanti nyari hostelnya dimana.
Barang Elektronik
Dari hasil Saya muter muter, iPhone disana harganya Rp. 5.500.000,-. Tapi kata temen Saya mereka harus paket atau apalah, yang ujung-ujungnya sama aja. Buat Kamu yang mau beli barang -barang elektronik yang gede-gede, kalo lebih murah satu juta boleh lah diambil, tapi kalo cuma beda 100 ribu, mending beli di Indonesia. Kalo kenapa napa bisa diurus cepet.
Air Keran
Air keran di Jepang bisa diminum, dimanapun nemu air keran minum.
Saya kurang tau bedanya apa sama air minum yang di jual, buat jaga jaga kalo punya uang beli aja.
Tempat Pemandian Umum
Yup, orang-orang yang mandi disini telanjang bulet. Bagi Kamu yang punya larangan untuk melihat bentuk tubuh orang lain, bisa cari tempat mandi yang private.
***

satu lagi rambu2 lalu lintasnya kebanyakan mnggunakan hruf jepang dijamin kesasar klo g ngerti
)
@eMingko Blog
iya emingko blog, bener banget, bisa bisa nyasar, nanya polisi pun juga ga bisa diharepin. jadi harus prepare yang mateng sebelum dateng ke Jepang.
Iya Jepang emang Top.. orang²nya sangat Kreatif..
saya salut dengan jepang, terkena Tsunami saja masi tenang.
@unikgaul
ini neh yg saya butuhkan, karena november dpn mau ke jepang.
btw utk colokan cari dimana ya? gak lucu dong nanti batre kamera sy abis tp gak bisa charge
@alid
di Lotte Mart, atau Giant juga sepertinya ada. Saya belinya di Jepang itu.
ilhamwidianfatari.blogspot.com
wooow pingin ke jepang… tp kapan ya.. Tp Thax dech masukannya